Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Shareholder shopping day, Berkshire Hathaway Annual Shareholders Meeting 2019

On Delayed Gratification

Di New York City, saya bertemu dengan pengemudi Uber Oumarou Salou Djibo.

Oumar berasal dari Republic of the Niger, negara miskin di Afrika yang berpenduduk 20 juta jiwa. Berbeda dengan negara tetangganya Nigeria yang berbahasa Inggris, Niger adalah bekas koloni Prancis.

Dan perbedaan tidak berhenti di sana. Pendapatan per kapita Niger sekitar USD 500, kurang dari seperempat tetangganya Nigeria yang kaya minyak dan populasi 10 kali lipat Niger.

Niger adalah salah satu negara termiskin di dunia. Di tahun 2016, Niger menduduki juara 2 dari belakang dari segi Human Development Index PBB. Nomor 187 dari 188 negara.

Niger kaya dengan uranium dengan cadangan uranium Niger mewakili kira-kira 7% dari total cadangan uranium dunia.

Sayangnya kekayaan uranium ini lebih menjadi kutukan daripada berkat bagi Niger.

Tanpa mengerti resiko yang mereka hadapi, banyak anak-anak Niger telah ada kontak langsung dengan uranium dan dengan tangan kosong, mereka menggali uranium. Akibatnya tubuh mereka keracunan.

Dengan semua pengorbanan besar itu, sayangnya Niger tidak menjadi kaya. Walaupun satu dari tiga bola lampu di Prancis dapat menyala karena jasa tambang uranium di Niger, 90% penduduk Niger tidak mempunyai akses listrik.

Setengah penduduk Niger beragama Islam. Setengah nya lagi Kristen. Dan mereka hidup dalam damai.

Oumar sendiri beragama Islam dan masuk ke US melalui program lotere 5 tahun yang lalu. Dia sangat bersyukur bisa tinggal dan bekerja di US. Karena semua orang sama di mata hukum dan semua bisa memperoleh kesempatan. Untuk mengejar kebahagiaan.

Life, Liberty and the pursuit of Happiness.

Ada sesuatu yang sangat istimewa mengenai Oumar. Di usianya yang baru 28 tahun, Oumar sudah sangat paham mengenai konsep delayed gratification.

Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian.

Datang ke US dengan uang hanya seribu dollar di kantong, Oumar tahu bahwa dia berimigrasi ke US bukan untuk menikmati American lifestyle. Dia ke US untuk meraih American Dream.

Tidak ada clubbing buat Oumar. Tidak ada apartemen bagus walau kini Oumar sudah mulai ada tabungan di bank.

Saat baru menginjakkan kaki di New York, Oumar mencoba menghubungi teman-teman satu desa dia yang telah terlebih dahulu pindah ke New York.

Sayangnya, semua bilang mereka tidak kenal Oumar. Mungkin New York telah merubah mereka menjadi keras dan egois khas kota besar.

Oumar harus berbagi kamar hotel dengan seorang imigran Rusia. Kamar hotel murah di New York juga masih mahal, USD 100 per kamar per hari. Berarti bagian Oumar USD 50 per hari. Dan itu 5 tahun yang lalu.

Oumar tinggal di kamar hotel tersebut selama 3 hari. Sebelum akhirnya menemukan sebuah kamar di kawasan Bronx, bagian New York yang sering dianggap lebih kumuh.

Di sana Oumar berbagi apartemen dengan bapak dan anak dari Brazil. Oumar tidak upgrade akomodasinya hingga kini. Masih tempat murah yang sama dengan lima tahun yang lalu. Oumar tahu persis dia ke Amerika untuk meraih American dream.

Mimpi Oumar adalah menjadi businessman. Dia pernah mencoba peruntungan di Guangzhou, Tiongkok. Dia tahu permintaan akan barang-barang Cina di Afrika luar biasa besar. Dari alat rumah tangga, sepatu, handphone, mobil dan sebagainya semua Made In China.

Tapi Oumar tahu tanpa modal semua hanya mimpi di siang bolong.

Makanya Ouamar membangun modalnya sekarang. Tidak ada drinking, clubbing, party, dan dating. Seratus persen fokus untuk masa depan.

Bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian. Delayed gratification.

Konsep delayed gratification ini juga salah satu pilar penting untuk mencapai kemerdekaan finansial. Tidak megherankan jika pada Berkshire Hathaway Annual Shareholders Meeting 2019, prinsip delayed gratification juga menjadi bahan pembicaraan.

Seorang anak berusia 13 tahun bertanya kepada Buffett dan Munger mengenai bagaimana mengembangkan delayed gratification.

Jawaban Buffett sangat menarik. Menurutnya, menabung tidak selalu menjadi pilihan yang lebih menarik daripada membelanjakan uang. Hidup harus “seimbang”.

Berapa persen yang boleh dianggap “seimbang” dalam standar Buffett? Buffett bilang dia membelanjakan “2 or 3 cents of every dollar”. Sekitar 2-3% dari pendapatan!

Sisanya ditabung dan diinvestasikan.

Tentu 97-98% pendapatan di-investasikan tidak berlaku bagi semua orang, terutama di tahap awal karier atau bisnis. Tapi yang penting spiritnya adalah jumlah yang “significant” dari pendapatan kita harus dialokasikan untuk investasi.

Oumarou Salou Djibo sedang berlari menuju ke arah kemerdekaan finansial. Mungkin suatu hari investor akan datang berbondong-bondong ke Oumarou Salou Djibo Annual Shareholders Meeting di Republic of the Niger.

Ditulis oleh Wuddy Warsono, CFA, dari New York, USA, 8 Mei 2019

Post by Author

Posted by Wuddy Warsono on June 11, 2019 Kisah 399

“Life isn’t about waiting for the storm to pass. It’s about learnin... → More Information


Posted by Wuddy Warsono on May 28, 2019 Work-Life Balance ?

Keseimbangan antara karir dan kehidupan pribadi kita...saat ini telah menjadi barang langk... → More Information


Posted by Wuddy Warsono on May 20, 2019 The Art of Doing Nothing ala Ngawi

Dua puluh dua tahun yang lalu, saya mencoba jalan darat naik mobil dari Jakarta ke Surabay... → More Information


Posted by Wuddy Warsono on May 15, 2019 Soal Mayoritas dan Minoritas, pelajaran dari Green...

Dalam satu penerbangan jarak jauh, saya sempat nonton film Green Book. Film ini banyak men... → More Information


Share :

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Kisah 399

“Life isn’t about waiting for the st...

Tags : Investasi, Uang,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Work-Life Balance ?

Keseimbangan antara karir dan kehidupan pribadi ki...

Tags : Investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono The Art of Doing Nothing ala Ngawi

Dua puluh dua tahun yang lalu, saya mencoba jalan ...

Tags : Investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Soal Mayoritas dan Minoritas, pelajaran dari Green Book

Dalam satu penerbangan jarak jauh, saya sempat non...

Tags : Investasi,

More Information
about
about

2019 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.