Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Oleh-oleh dari Berkshire Hathaway Annual Shareholders Meeting 2019

Oleh-oleh dari Berkshire Hathaway Annual Shareholders Meeting 2019

Baru-baru ini, dalam perjalanan ke Omaha untuk menghadiri Berkshire Hathaway Annual Shareholders meeting, saya transit di Los Angeles.

Secara random, petugas imigrasi di airport meminta saya untuk melakukan pemeriksaan tas.

Kebetulan officer yang memeriksa tas saya adalah seorang wanita muda yang ramah.

Setelah beberapa pertanyaan standar seperti apa tujuan saya ke US, berapa lama, dan lain-lain, sang officer bertanya apa perkerjaan saya.

Saya jawab kalau saya bekerja di bidang finance.

Menariknya, sang officer menjawab bahwa dia tadinya juga bekerja di bidang finance. Tepatnya di perbankan.

Si officer kemudian menatap ke arah saya dan berkata dengan penuh empati “it’s allright, never too late for you to switch to other job”. Seakan pekerjaan di sektor finance adalah wabah yang sebisanya dihindari.

Saya tersenyum, tetapi jujur apa yang officer tadi katakan sangat menarik bagi saya untuk menjadi bahan renungan.

Finance adalah bidang pekerjaan yang penuh ironi. Secara kompensasi, finance tetap menarik. Walau dengan adanya banyak perubahan beberapa tahun terakhir, dibanding banyak bidang lain finance tetap sangat menjanjikan.

Tetapi pada saat yang bersamaan, banyak teman-teman saya yang berkarir di bidang finance selalu mengeluh mengenai pekerjaan mereka.

Mengenai klien dan boss mereka yang “resek” dan “nggak pengertian”. Yang “maunya untung dan menang sendiri” dan “ke toilet pun saya musti cepat-cepat, supaya boss nggak marah”. Dan juga mengenai “jam kerjanya demanding sampai nggak ada waktu buat yang lain-lain”.

Ada satu buku “When to Jump” oleh Mike Lewis. Buku inspirasional ini berisi banyak cerita tentang orang-orang yang berpindah profesi untuk mengejar impian dan kebahagiaan. Mengenai orang-orang yang “have jumped and never looked back”.

Dari kisah-kisah “making the jump” ini, banyak orang yang tidak happy yang berasal dari  latar belakang pekerjaan di sektor finance.

Income relatif besar tapi sangat tidak bahagia.

Ada yang salah?

Hari ini, saya menghadiri Berkshire Hathaway Annual Shareholders meeting 2019.

Hanya dalam satu hari, kita dapat belajar begitu banyak mengenai kehidupan dari Warren Buffett dan Charlie Munger.

Hari ini, antara lain saya diingatkan lagi mengenai passion dan bekerja dengan tujuan. Working with purpose.

Di usia yang bagi banyak orang “usia ngurus cucu bahkan buyut”, Buffett dan Munger sanggup menjawab pertanyaan pemegang saham dari pagi sampai sore.

Antrian panjang untuk ke Berkshire meeting sejak subuh

Pertanyaan mengenai Berkshire dan investing. Maupun mengenai kehidupan. Dan beberapa pertanyaan juga sangat direct, khas Amerika.

Toh dijawab semua dengan gembira, antusias, dan gurauan-gurauan cerdas ala Buffett dan Munger.

Buffett dan Munger juga hafal statistik bisnis mereka. Angka-angka ingat semua. Bekerja dengan hati. Dengan passion.

Mereka bekerja dengan purpose. Berbeda dengan banyak orang di financial industry, materi bukanlah tujuan Buffett dan Munger. Membuat orang lain tumbuh bersama mereka adalah tujuannya.

Salah satu driver Uber saya di Omaha adalah John. Begitu bangga dan cintanya pada Berkshire, tanpa minta upah tambahan apapun, John menawarkan untuk melewati rumah Warren Buffett di Omaha. Tentu saya menerima tawaran ini. Big detour tapi John melakukannya dengan senang hati.

Saat ini John berusia 72 tahun dan telah pensiun dari pekerjaan dia sebagai banker di Omaha. Bersama istri tercinta, mereka keliling dunia hampir sepanjang tahun. Mereka telah memperoleh kemerdekaan finansial sebagai investor di Berkshire. John menikmati mengantar pengunjung ke Berkshire meeting melalui Uber sebagai perwujudan cintanya ke Berkshire.

Rasa cinta yang sama ditunjukkan oleh puluhan ribu shareholders dari seluruh dunia yang antre sejak jam 3-4 pagi di CHI Health Center arena Omaha. Walaupun dingin sekali. Walaupun sebenarnya bisa lihat event ini via streaming sambil makan popcorn di rumah.

Satu-satunya yang saya sesali adalah tidak datang beberapa tahun lebih awal ke Berkshire meeting. Dari dulu ingin pergi, tetapi selalu saya tunda. Karena
macam-macam alasan.

Beberapa pengunjung datang membawa anak-anak mereka. Untuk belajar sedini mungkin. Bahkan beberapa anak berusia 11-12 tahun bertanya langsung pada Buffett dan Munger. Dan dijawab secara sungguh-sungguh pula.

Tidak ada keluhan dari Buffett dan Munger. Tidak ada hati yang tidak gembira. Bahkan Buffett bilang yang dia value sangat tinggi sekarang ini adalah waktu dan cinta.

Tidak ada hanya memperkaya diri sendiri tanpa peduli client, investor dan shareholder kita.

Tidak ada anggapan pertanyaan-pertanyaan investor, bahkan dari anak berusia 11 tahun, sebagai perkara “resek”.

Semua digantikan dengan strong sense of purpose and passion.

Ditulis oleh Wuddy Warsono, CFA, dari Omaha, Nebraska, USA, 4 Mei 2019

Share :

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Membagikan Kebahagiaan

Awal Agustus lalu, dalam kunjungan ke Las Vegas, s...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor, Belajar Investasi, Belajar Saham,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Merdeka Untuk Memilih

Baru-baru ini saya berkunjung ke Los Angeles, Amer...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor, Investasi, Belajar Investasi, Belajar Saham,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Super Kreatif Tanpa Sekolah Formal

Salah satu bagian perjalanan karier saya adalah pe...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Circuit Breaker

Di awal Mei tahun ini, saya beruntung bisa menghad...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, Blog Sucor,

More Information
about
about

2019 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.