Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

Kisah si 399, yang memilih untuk tidak menunggu badai berlalu, tetapi lebih memilih untuk belajar bagaimana bisa menari di saat hujan

Kisah 399


“Life isn’t about waiting for the storm to pass.

It’s about learning to dance in the rain”

Vivian Greene


Baru-baru ini, dalam kunjungan ke Amerika Serikat, saya sempat mampir ke daerah Grand Teton National Park, bagian menakjubkan dari Rocky Mountains. Selain pemandangan yang spektakular, saya mendapatkan kesempatan langka karena secara sangat kebetulan, saya dapat melihat langsung 399, beruang coklat (Grizzly bear) paling populer di dunia.

399 telah menjadi beruang kesayangan masyarakat setempat. Buktinya bukan sekedar karena 399 mempunyai akun Facebook, Instagram, dan Twitter. Saya melihat sendiri antusiasme pengunjung saat mereka melihat 399 dan dua bayi beruangnya. Semangat fans 399 tak kalah dengan army-nya BTS.

Di toko buku setempat, buku fotografi 399 adalah item favorit. Tidak kurang dari 40 fotografer wildlife aktif mengabadikan 399. Tinggal pilih.

 

Mengapa 399 begitu legendaris?

Di usia 23 tahun, 399 masih sanggup untuk terus melahirkan bayi grizzly bear. Dengan asumsi usia harapan hidup grizzly bear di alam bebas adalah 25 tahun, 399 melahirkan bayi grizzly bear di usia 23 tahun adalah setara dengan seorang ibu manusia melahirkan anak di usia 74 tahun! Secara statistik, tentu probabilitasnya kecil sekali.

Sepanjang “karir”nya, 399 telah melahirkan 16 anak grizzly bear. Juga, tidak seperti kebanyakan grizzly bear, 399 sering melahirkan 3 bayi kembar. Umumnya, beruang melahirkan 2 bayi kembar. Tentu induk grizzly bear dengan 3 bayi akan jauh lebih repot dibandingkan induk dengan 2 bayi. Akibatnya, kemungkinan survival induk dengan 3 bayi juga lebih rendah. Toh, 399 bisa selamat, indikasi kemampuan survivalnya sangat tinggi.

Apa kunci sukses 399?

Seandainya saja saya bisa mewawancarai dan berbicara dengan 399. Tapi kan tidak mungkin. Jadi bertanyalah saya kepada warga setempat.

Ada beberapa teori, yang tentunya kalau di Amerika didukung ilmu pengetahuan dan penelitian. Nama 399 itu sendiri berasal dari nomor tag-nya. Dia adalah grizzly bear dengan nomor tag 399, yang dimonitor adalah taman nasional Grand Teton. Monitoring inilah yang memungkinkan hipotesa mengapa 399 begitu spesial.

Teori pertama adalah karena 399 tahu persis bahwa bahaya terbesar seorang anak beruang adalah dari beruang laki-laki dewasa.

Beruang adalah satwa dengan indra penciuman terbaik di dunia. Daya ciumnya 2100 kali lipat daya cium manusia (bandingkan dengan anjing yang 100x lipat kemampuan manusia) dan dapat mencium dengan daya jelajah 32km. Dengan penciumannya yang sangat tajam, seekor beruang laki-laki dewasa akan sanggup membedakan apakah seekor anak beruang adalah anaknya atau bukan. Dan kalau jawabannya ternyata bukan, beruang laki-laki dewasa tidak akan segan menghabisi anak beruang tersebut. Karena dengan demikian beruang laki-laki dewasa akan dapat mengawini ibu anak beruang tersebut dan meneruskan “gen super”-nya. Bahasa ilmiahnya infanticide.

399 tahu persis bahaya ini bagi anak-anaknya dan dengan cerdik memilih untuk berada di dekat manusia. Dia memilih berada di dekat jalanan dan mobil, terutama ketika 399 baru melahirkan bayi beruang.

Secara umum, manusia dianggap ancaman terbesar bagi beruang. Dan 399 dengan ketajaman instingnya memilih daerah yang paling berbahaya untuk beruang, yaitu di sekitar manusia, untuk menjauhkan dirinya dan terutama anak-anaknya dari ancaman terbesar yang sesungguhnya, yaitu grizzly bear jantan.

Dalam beberapa kali kejadian tatap muka langsung dalam jarak dekat dengan manusia, 399 tidak pernah agresif terhadap manusia. Mungkin 399 tahu persis bahwa manusia sudah bukan lagi ancaman terbesar bagi grizzly bear, dengan ditetapkannya Endengered Species Act (ESA) di Amerika di tahun 1973. Siapa tahu.

Paradoks yang menarik: tempat yang paling dikira “paling berbahaya” adalah tempat yang justru paling aman.

Sangat menarik juga bahwa hal yang serupa sebenarnya juga terjadi di dunia investasi.

Musuh terbesar investor adalah inflasi. Yaitu berkurangnya nilai uang yang dengan susah payah telah kita tabung. Sering kita dengar: “uang makin mengecil nilainya, tapi cari uang kok makin sulit”.

Tapi banyak pemilik modal masih tidak bersedia untuk mempertimbangkan instrument saham sebagai bagian dari portofolio. Padahal saham perusahaan-perusahaan yang mempunyai pricing power telah terbukti efektif untuk mengatasi merosotnya nilai uang karena erosi inflasi.

 

Saham memang instrumen dengan volatilitas yang tinggi. Namun seorang investor yang bersedia untuk tidak begitu terpengaruh oleh volatilitas ini dan fokus ke jangka lebih panjang akan dapat meraih manfaat optimum dari instrumen saham.

Dalam cerita 399, inflasi adalah grizzly bear jantan. Dan saham adalah strategi 399 memilih lokasi di dekat manusia demi menyelamatkan anak-anaknya (dan dirinya) dari grizzly bear laki-laki.

Sebuah paradoks besar dalam kehidupan, tempat yang paling aman seringkali adalah tempat yang dianggap paling berbahaya.

Saham, dengan segala volatilitasnya, adalah tempat berlabuh yang paling aman bagi investor jangka panjang?

Satu hal lagi: 399 juga belajar untuk menoleh ke kiri dan ke kanan sebelum menyeberangi jalan. Anak-anaknya pun diajari untuk menengok ke kiri dan ke kanan sebelum menyeberang. Tidak pernah berspekulasi bahwa jalanan aman buat diseberangi sebelum dipelajari. Persis seperti seorang investor sejati akan mempelajari saham dengan risikonya sebelum membeli atau menjual saham tersebut.

Menengok ke kiri dan ke kanan sebelum menyeberang jalan juga menunjukkan kualitas unggul 399 yang lain. Yaitu kemampuannya untuk terus belajar dan menyesuaikan diri secara mandiri dan aktif. Continuous-active-independent learning.

Pelajaran kedua dari 399 adalah kecerdikannya yang lain.

Kalau masih diibaratkan investor, 399 adalah “value investor”. Maksudnya bagaimana?

Grizzly bear di wilayah Rocky Mountains melakukan aktivitas hibernasi dari bulan Oktober hingga Maret-April, karena jarangnya makanan di musim dingin. Dalam periode hibernasi ini, detak jantung grizzly bear hanya sepertiga normal dan nafasnya kurang dari 2 tarikan per menit. Hemat energi, untuk survival. Sebelum berhibernasi, beruang akan menimbun lemak di tubuhnya. Makin besar timbunan lemaknya, makin besar kemungkinan survival-nya.

Bagaimana strategi 399 berbeda dengan grizzly bear yang lain?

Tidak seperti grizzly bear sejenisnya, 399 memulai hibernasi sedikit lebih lambat. Akhir November, bukan Oktober atau awal November.

Kenapa akhir November ini penting? Karena masa perburuan (hunting season) rusa di sana dimulai bulan November. Dan hunter tidak membawa pulang seluruh bagian tubuh hewan buruan, karena secara logistik tidak memungkinkan.

Ini adalah periode pesta buat 399, menikmati sisa hasil buruan dari hunting season sendirian bersama anak-anaknya. Tanpa kompetitor. Memungkinkan penimbunan lemak dalam kuantitas yang sangat layak sebelum periode hibernasi. Akibatnya, kemungkinan survival 399 meningkat secara pesat.

Bukankah ini adalah esensi dari value investing? Menunggu sampai kompetisi benar-benar berkurang untuk membeli saham. Misalnya setelah stock market crash dan elemen fear mendominasi dan greed menghilang dari pasar saham. Seperti 399 di bulan November, investor yang dapat memanfaatkan periode tanpa saingan ini akan mendapatkan kesempatan berinvestasi dengan term yang sangat menarik.

399 bertahan hidup, menjaga keluarganya dan menjadi sosok terkenal kerena dia jeli melihat situasi, percaya pada instingnya yang tajam, dan mampu untuk terus belajar dan berdaptasi. Mari kita belajar dari grizzly bear kesayangan semua orang ini.

 

Ditulis oleh Wuddy Warsono, CFA, 11 Juni 2019

Share :

Related Article

Posted by Wuddy Warsono Setelah Melompat, Belajar dari Nyai Ontosoroh

“Berbahagialah dia yang makan dari keringatn...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Balada Mati Air

To pee or not to pee? Pertanyaan ini yang ...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Memilih Untuk Menghitung Berkat

“The ancestor of every action is a thought&r...

Tags : blog sucor, Blog Sucor Sekuritas, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Wuddy Warsono Membagikan Kebahagiaan

Awal Agustus lalu, dalam kunjungan ke Las Vegas, s...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
about
about

2019 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.