Loading... Please wait!

banner

Blog

Sucor Sekuritas

Latest Blog Post

mau ikut bisnis kopi?

P/E: Percaya, Nggak Percaya

Kali ini kita membahas saham. Ayo kita mulai dari pertanyaan sederhana, saham ini mahal atau murah?

Suatu hari, saat pertama kali masuk stock market, dan berkerja sebagai seorang intern, saya ditanyakan suatu pertanyaan yang mungkin tetap saja susah untuk dijawab, walaupun oleh professional sekalipun. Pertanyaan itu adalah, “What drives P/E?” valuasi yang paling sederhana. Kita mungkin bisa mulai dari sini.

Atau dalam kata lainnya,  “P/E itu dapat dari mana?” Meski sudah bertahun-tahun berkerja di pasar modal, urusan hal ini pun saya masih harus selalu belajar. Demikian juga Anda.

Buat semua pembaca yang mungkin belum terlalu mengikuti basis dari investasi saham, kata P/E itu didapat dari Price/ Earning, yang oleh investor akan dijadikan patokan harga saham di pasar (Price) dengan melakukan tolak ukur pendapatan (Earnings) pada tahun tersebut.

P/E dengan angka besar, cenderung digambarkan bahwa saham ini mahal. Sebaliknya jika angkanya cenderung kecil, maka saham ini cenderung murah. 

Cukup simple – ya kelihatannya. Tetapi tidak cukup sampai situ.

Ternyata ada banyak jawaban untuk pertanyaan “What drives P/E…” Ayo kita coba membahas satu saja alasannya…

P/E itu didapat dari…. Kepercayaan investor tentang manajemen.

Katakan teman sekolah kalian, si Budi, buka toko kopi yang mau coba jualan mirip-mirip Kopi Kenangan yang lagi hits. Suatu hari, Budi coba menggalang dana di grup WhatsApp. Tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba chat ke semua orang “Hai Friends! Gue lagi mau coba saingin kopi-kopi di luar sana yang pakai gula aren. Gue yakin banget. Nah… gue ada supplier gula kelapa, kemarin itu gue coba campur kopi enak banget! Please, sekarang gue mau kumpulin dana buat buka tokonya. Kalian invest dong!”

Begitulah skenarionya. Karena kalian masih percaya sama Budi (dulu di sekolah lumayan bandel, tapi nilainya masih oke), kalian kumpulin dana masing-masing 10 juta, untuk investasi di kopinya Budi dengan kepemilikan minoritas. Ujung cerita, kalian setuju bahwa P/E dari bisnis kopi Budi itu 5x Price/Earning. “Gue janji, tahun pertama, profit akan jadi 100 juta! Bersih!” kata Budi.

Eh taunya, setahun kemudian, keluarlah laporan penjualan si Budi. “Guys, maaf. Susah juga ternyata jualan… Alasan ini itu. Alhasil gue cuman dapat 25 juta.” Marahlah teman kalian yang sudah invest banyak. Ada yang mau jual kepemilikan 2x P/E karena mau buru-buru lepas kepemilikannya. Kalian beli lah share teman kalian itu…

Tahun depan, dapat lagi laporan “Bro, maaf harusnya tahun ini target penjualan 150 juta, eh taunya malah naik dikit banget dari tahun lalu. Hanya 60 juta,” kata Budi setelah tahun berikutnya. 

Kalian mulai merasa, apa estimasi dan janji Budi bisa dipercaya? Belum lagi gak kasih dividend. Maka hilanglah rasa pede Anda terhadap kopi Budi. Dengan begitu P/E Budi sudah turun dari 10x, sampai turun tidak tahu berapa P/Enya… Tergantung siapa lagi yang masih percaya.

Kali ini kita belajar satu hal saja mengenai apa yang membuat P/E itu terbentuk. Salah satunya yaitu kepercayaan terhadap manajemen. 

Manajemen yang kita sering temui secara berkala pasti mempunyai visi dan misi perusahaan, dan strategi apa yang mereka akan terapkan untuk mencapai tujuan mereka tersebut. Terkadang, kita sebagai investor mungkin tidak tahu secara detail apa seluk beluk dari operational perusahaan. Maka begitu penting seorang direktur perusahaan tersebut untuk memberi panduan Earning tahun ini. Kalau kita biasa bilangnya “guidance”. 

Nah, terkadang seorang analis akan merundingkan apa guidance tersebut bisa ditulis di model estimasi mereka. Seorang analis yang baik tidak menerima guidance secara mentah, tetapi akan mengukur estimasi sendiri tergantung dari analisa dan riset yang masuk akal. Tetapi seperti skenario sederhana di atas, sebuah guidance perusahaan bisa saja meleset dari panduan yang sudah diberikan.

Banyak alasannya…
 
Pertama, bisa saja sebuah manajemen tidak memperhitungkan faktor-faktor lain dalam menentukan angka tersebut. Sebuah perusahaan tambang contohnya, yang beroperasi di hutan Kalimantan dengan jalanan yang super licin, seringkali tidak dapat menebak apakah bulan 2 akan terjadi hujan, atau bulan 7 akan terjadi panas terik, lalu bulan 8 akan ada badai. 

Seperti yang Anda ketahui, lahan operasi tambang yang baru terkena hujan harus selalu dibersihkan agar tidak terjadi kecelakaan saat mobil-mobil operasional melewati area curam tersebut. Dan proses tersebut akan memakan waktu, bahkan uang yang begitu banyak karena produksi terhenti. Manajemen bisa saja melakukan ‘honest mistake’ saat tidak tahu menahu akan faktor seperti ini.

Maka kalau anda perhatikan, banyak sekali saham pertambangan P/E nya murah sekali, karena kita harus men-discount jika suatu hari manajemen terlalu optimis.

Bisa juga karena manajemen tidak terlalu ahli dalam bidangnya. Suatu perusahaan bank, contohnya meng-hire seorang manajemen yang tidak begitu paham untuk menjalani bisnis banking. Maka pastilah investor tidak akan percaya dengan eksekusi dari orang tersebut. Apa lagi jika manajemen tidak memberikan perhitungan yang dianggap investor sebagai sound estimate, atau kata lainnya estimasi yang masuk akal.

Atau alasan yang lebih kontras lagi. Jika manajemen terbukti tidak jujur dalam praktisnya. Itu bisa berupa kebohongan, pencurian, ataupun perbuatan ilegal lainnya. Contoh sederhana, saham perusahaan automotive Nissan Motor Co. di Jepang mengalami penurunan drastis, sebesar -9% sehari karena direkturnya Carlos Ghosn ketauan korupsi. Alhasil, dengan praktis seperti itu, Anda pasti paham bagaimana rasa kepercayaan investor untuk membeli Nissan dengan P/E mahal di kemudian hari.

Percaya, atau gak percaya. Investasi di saham memang rumit. Begitulah tugas seorang analis saham untuk membangun hubungan dengan perusahaan yang dia teliti, agar mereka bisa tahu menahu mengenai kejujuran manajemen dalam menepati janjinya.

Mungkin sekarang saatnya kita brainstorm bersama. Mengenai P/E dan kepercayaan Anda tentang manajemen, contoh apa lagi yang Anda ingat saat dulu berinvestasi di perusahaan publik IDX yang bisa Anda share di komen?

 

Ditulis oleh Irwin Sapurta, 2 Juni 2020.

Tag

Share :

View All Article

Related Article

Posted by Irwin Saputra The Rise of Cuan Troopers

Pasar saham seperti pedang bermata dua... Mungkin ...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Edward Lowis Sucor Extreme On-the-Ground - Automotive Sector

Sucor Extreme On-the-Ground  berkesempatan un...

Tags : Sekuritas, Saham, Blog Sucor Sekuritas, report,

More Information
Posted by Adrianus Bias Cinta Lama Bersemi Kembali

Genap satu bulan terakhir ini, saya menemukan kemb...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, belajar saham, belajar investasi,

More Information
Posted by Irwin Saputra What Drives P/E – Popularity Issue?

Teman-teman ada yang pernah nonton film Money...

Tags : Blog Sucor Sekuritas, blog sucor, belajar saham, belajar investasi,

More Information
about
about

2020 PT. Sucor Sekuritas All Rights Reserved.